Tampilkan postingan dengan label CERITAKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITAKU. Tampilkan semua postingan

Tsunami Tanjung Lesung Membawa Duka Juga Menambah Keluarga Baru


22 Desember 2018, sore itu cuaca sangat cerah, saya baru saja pulang dari daerah Tanjung Lesung untuk mencari vila karena teman dari bogor akan berlibur ke pantai Tanjung Lesung. Saya berangkat bersama sepupu pukul 09.00 WIB ke Tanjung Lesung, tujuan saya adalah mengajak sepupu yang kebetulan lagi libur sekolah untuk snorkling dan sekaligus mencari vila untuk teman yang dari bogor. Hari itu cuaca sangat cerah, air laut tenang dan juga jernih hampir 1 jam lebih saya snorkling di pantai Tanjung Lesung Beach Club. Setelah puas bermain air saya kembali ke darat untuk makan siang, sepupu saya memsan ikan bakar dan cumi asam manis di tambah dengan air kelapa muda, selesai makan langsung shlat duhur lalu pulang, tidak lupa di sepanjang jalan pulang saya mencari vila, hampir 4 tempat yang saya datangi semua vila sudah penuh. Lanjut mencari lagi akhirnya dapat 1 penginapan yang hanya bisa di isi 8 orang saja karena yang lain sudah penuh, akhirnya saya booking tempat itu untuk acara nanti malam.
Vila dapat, tinggal cari ikan bakar untuk nanti ketika teman dari Bogor samapai di rumah, saya langsung bakar ikan, makan-makan langsung berangkat ke vila. Malam itu saya masih berkomunikasi dengan teman yang di Bogor memastikan jam berapa mereka akan berangkat, sehabis isya baru ada caht masuk dan teman saya berangkat sekitar jam 10 malam. Saya keluar dari kamar menuju ruang tamu dan menyalakan Tv sambil menungu teman yang dari Bogor. Baru 30 menit saya duduk di ruang tamu tiba-tiba di depan rumah sudah ramai banyak orang yang berkerumun sambil teriak tsunami tsunami tsunami, sontak saya langsung membangunkan orangtua saya, langsung keluar rumah, di depan rumah sudah banyak sekali motor,mobil berjejer yang penuh dengan orang-orang, motor mobil itu berasal dari warga yang berada di daerah pesisir pantai, ada yang membawa lemari, baju-baju dan yang lainnya ramai sekali malam itu.
Seolah tidak percaya akan adanya bencana tsunami, karena malam itu terang bulan cuaca bagus tidak ada tanda-tanda akan ada tsunami, setelah 30 menit saya bediri di depan rumah tiba-tiba ada satu mobil  yang melaju sangat kencang lalu berhenti di depan puskesmas, kebetulan rumah saya sangat dekat dengan puskesma. Langsung berlari menuju pintu gerbang puskesmas membantu membuka pintu gerbang, terdengar teriakan minta tolong di dalam mobil tersebut, “mas, tolong mas,”. Langsung saya buka pintu mobil ternya orang itu adalah korban tsunami Tanjung Lesung , beliau adalah Crew dari tim  Jigo, tanpa lama langsung saya menolongnya dan membawa ke dalam puskesmas agar mendapat penanganan medis, karena luka yang cukup parah, di bagian kuping sebelah kanan pada sobek dan juga lutut. Hanya berselang 3 menit saja puskesmas Cigeulis langsung penuh oleh para korbar tsunami tanjung lesung,  semua ruangan puskesmas sudah penuh, ada yang hanya di lantai beralaskan tikar saja, suasana malam itu sangat mencekam, banyak sekali korban yang saya lihat mengalami luka-luka, ada yang patah tulang, kepalanya bolong, luka sobek-sobek di kaki dan yang lainnya. Para korban tsunami ini merupakan para tamu hotel tanjung lesung yang sedang mengadakan Gathring ada yang dari PLN dan juga dari Kemenpora.
Setelah evakuasi korban dari mobil ke puskesmas, saya langsung mengubungi teman saya yang akan berangkat malam itu, alhamdulilah teman saya masih dalam perjalanan dan memutuskan untuk putar balik ke Bogor. Saya langsung kembali ke Puskesmas dengan membawa beberapa baju dan sarung untuk para korban, karena mereka dalam keadaan baju pada sobek-sobek. Sesampainya di puskesmas ada 3 orang korban datang 1 perempuan dan 2 orang laki-laki, langsung saya membantunya, setelah mendapatkan pertolongan medis, ada 2 orang korban yaitu bang Kinoy Wartawan Kemenpora dan Bang Oji pegawai PLN, mereka meminta saya untuk mencoba menghubungi keluarga nya, “mas, boleh pinjam Hpnya sebentar”  begitu seru bang Kinoy kepada saya, “oh ia bang silahkan”  jawab saya, alhamdulilah Bang Kinoy waktu itu ingat no telpon rumah dan istrinya, setelah menelpon istrinya Bang Kinoy langsung berbaring kembali, beliau luka nya tidak begitu parah, hanya memar diabagian paha kanan saja. Sedangkan Bang Oji lukanya lumayan parah, kakinya di jahit dan juga di kening, Bang Oji meminta saya untuk menghubungi keluarganya, tapi beliau ini sama sekali tidak ingat No telpon rumah maupun no telpon istrinya, akhirnya saya menyarankan untuk mencarinya di FB, saya mencari nama istrinya alahamdulilah ketemu, langsung saya inbox tapi blemu ada balasan mungkin sudah tidur karena sudah tengah malam, waktu itu jam 12.30 malam.
Masih ada korban yang perempuan, dia ini  luka sangat parah, kaki kanan luka dari mata kaki sobek sampai lutut, Sherly namanya,pegawai dari Kemenpora, kondisi nya malam itu sangat lemah, ketikak saya tanya no telpon yang bisa di hubungi sherly hanya menggelengkan kepala, dan bilang tidak ingat no orang tua ataupun keluarga lainnya.
Semakin malam korban semakin banyak berdatangan, akhirnya saya menawarkan kepada Bang Kinoy untuk menginap di rumah saya karena Bang Kinoy  masih bisa berjalan, sedangkan Bang Oji dan Sherly benar benar tidak bisa berjalan. Bang Kinoy menerima ajakan saya, langsung saya antar ke rumah dan istirahat di rumah, malma itu di rumah saya sudah banyak orang-orang yang mengungsi.
Jam 04.00, ada inbox masuk, rupanya itu adalah keluarga dari Bang Oji yang semalam saya hubungi, saya kembali ke puskesmas untuk menemui Bang Oji dan memberitahukan kalalu sudah ada keluarga yang bisa di hubungi. Sekitar jam 07.00 Bang Oji langsung di bawa oleh pegawai PLN yang lainnya untuk di pindahkan ke rumah sakit yang dekat dengan rumah Bang Oji yaitu di Depok. Saya kembali menemui Sherly dan bertanya kembali siapa kira-kira keluarga yang bisa di hubungi, namun Sherly masih belum tau no telpon keluarga, akhirnya saya menanyakan teman yang bisa di hubungi lewat FB ataupun IG, Sherly memberi tau saya kalau ada teman yang bisa dihubungi lewat IG, langsung saya hubungi,alhamdulilah langsung  ada respon. Sherly di bawa keluarga pulang sekitar pukul 14.00.  Semakin siang korban yang baru ketemu semakin banyak, ada yang sudah meninggal dan banyak juga yang luka berat. Setelah Sherly di jemput keluarganya tinggal Bang Kinoy yang menunggu keluarga jemput. Alhamduliah sekitar jam 7 malam keluarga Bang Kinyo samapi di rumah saya. Setelah semuanya pada pulang di rumah saya masih sangat penuh dengan orang-orang yang mengungsi. Tetapi di puskesmas sudah sepi, karena semua korban sudah pada di bawa pulang oleh keluarganya.
Senin, 24 Desember 2018, semua korban yang saya tolong sudah pada di rawat di Rumah Sakit yang lebih baik lagi, Bang Oji langsung Vidio Call saya dan bilang beliau sudah di Rumah Sakit Cinere Depok, Kakaknya Sehrly chat saya kalau Sherly sudah di Rumah Sakit Olahraga Nasional Cibubur, dan Bang Kinoy hanya rawat jalan saja, karena luka memar yang di paha sebelah kanan.
Satu minggu berlalu dari kejadian tsunami tanjung lesung, saya kembali berangkat ke Kota Bogor, sesampainya di Bogor saya langsung menjenguk Bang Kinoy, Bang Oji, dan juga Sherly, alhamduliah dari kejadian itu saya punya keluarga baru di setiap daerah, Bang Kinoy dari Kemayoran, Bang Oji Depok, Sherly dari Citayam. Alhamdulilah samapai saat ini saya masih berkomunikasi dengan baik bersama Bang Kinoy, Bang Oji juga Sherly. Semoga para korba dapat segera pulih kembali. Amin.

22 FEBRUARI 2013

22 FEBRUARI 2013

Pada malam kamis tgl 21 februari 2013 seperti biasa saya dan adik saya bercanda, namun kali ini mungkin canda ku pda adik ku
agak sedikit berlebihan, diman pada waktu itu adik ku sedang mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat magrib, dan aku pun 
mematikan lampu kamar mandi dan menakut-nakutinya sehingga dia pun menjerit ketakutan. namun adik saya tidak marah, aku jadi
heran kenapa adik saya tidak sepertibiasanya, yang biasanya bila bercanda dia pasti marah, namaun pada kali ini dia malah 
tertawa.
kesesokan harinya seperti biasa kami melakukan rutinatas yaitu sekolah, adik saya sekolah di SMPN 1 Cigeulis kelas 7, 
dan saya sekolah di MAN Panimbang kelas 12. setiap pagi kami berdua sering rebutan kamar mandi, maklum di rumah kami kamar mandi
hanya ada satu, dan biasanya saya yang selalu dapat mandi pertama, karena saya sekolahnya jauh. setelah saya mandi adik saya juga
selesai mandi, kami pun siap untuk menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh ibunda tercinta diatas meja. setelah itu saya pun berangkat
ke sekolah seperti baisa, begitu juga dengan adik saya. namun pada hari itu saya pulang sore karena ada kegiatan bimbingan belajar
karena ujian nasionl sudah didepan mata,. setelah jam pelajaran terakhir habis seperti biasa saya tidak langsung  pulang 
karena menunggu guru bimbingan belajar datang, namau setelah beberapa jam menunggu tiba-tiba suara han phone saya berbunyi
dan ternyata pesan dari guru bimbel yang menyatakan bahwa bimbel di liburkan. Dan akhirnya saya pulng lebih awal sekitar
pukul 15.00 WIB. Sesampainya dirumah saya bertemu dengan adik saya, seperti biasa dia sedang asik memainkan hand phone nya
dan saya langsung masuk kamar untuk ganti baju dan shalat ashar. tiba-tiba terdengar suara ponsel di atas meja makan
dan saya pun menerima panggilan telephone, tiba-tiba adik saya berteriak"jangan di angkat" dia pun langsung mengambil handphone nya 
dengan raut muka yang marah, saya pun kembali ke kamar, dan adik saya pun melnjutkan mandi sorenya.
setelah itu saya menyalakan TV, dan adik saya melintas dihadapan saya sambil menjulurkan lidahnya ( tanda mengejek )
dan dia pun pergi keluar rumah.
setelah jarum jam menunjukan pukul 17.15 WIB adik saya pun tak kunjung pulang, dan ibu saya menanyakan kepada saya, dan saya pun 
tidak tau kemana perginya dia karena suadah kebiasaan adik saya jika berpergian tidak pamitan dulu.
setelah itu hp saya berbunyi, dan saya lihat ternyata ada pesan dan bunyi dari pesan itu " de adik mu kecelakaan " tadinya saya tidak 
percaya, dan tiba-tiba ada dering telephon lagi namun masuk ke nomor orang tua saya, dan saya angkat telepon itu lalu terdengar suara ramai
dan orang itu berkata " ida kecelakaan sekarang lagi dibawa ke puskesmas tunggu di puskesmas" itulah percakapan yang saya ingat.
tadinya saya pun bersiakap tenang dan berfikir adik saya kecelakaan paling luka ringan saja, akan tetapi setelah saya lihat di puskesmas
sudah banyak kerumunan orang-orang,saya langsung masuk dan saya tidak kuat menahan air mata meliha adik saya terbaring tak sadarkan diri
para perawat yang menangani adik saya sudah angkat tangan karena minimnya peralatan dan memberikan saran untuk segera di rujuk kerumah sakit, sedangkan rumah sakit 
sangat jauh dari rumah saya. tidak ada pilihan lain akhirnaya saya dan bapak saya mencoba untuk tetap tegar, isak tangis ibu saya, saudara saya
kian bergantian. saya mencoba menenangkan ibu saya yang menagis histeris. pada pukul 18.00 WIb akhirnaya saya berangkat membawa adik saya 
ke ruamah sakit Daerah yang perjalanan hampir 2 jam, dalam perjalanan adik saya masih tidak sadar dan hanya ngamuk dan ngamuk tidak henti.
akhirnya sampai di ruamah sakit daerah dan masuak ruang UGD, namun setelah diperiksa ternyata para perawat di Rumah Sakit daerah pun tidak
sanggup dan meminta untuk dirujuk kembali ke RUMAH SAKIT SARI ASIH SERANG dan tanpa fikir panjang kami langsung berangkat.
setibanya di sana adik saya pun dirawat. Dan saya pun tak henti-hentinya memanjatkan doa agar adik saya cepat sadar.
ketika saya sedang menemani adik saya tiba-tiba pintu terbuka dan datang seorang dokter dan berkata "lukanya cukup parah, karena benturan yang
cukup kuat sehingga terdapat gumpalan darah didalam otak kanan nya " mendengar perkataan seperti itu membuat saya kembali meneteskan air mata
setelah jarum jam menunjukan pukul 03.00 ibu saya datang dalam keadaan sangat lemas dan tidak sanggup untuk melihat keadaan anak permpuan satu-satunya
terbujur kaku. Dan saya pun mencoba untuk menenangkan ibu saya.
tak terasa jaraum jam menunjukan pukul 07.00 dan adik saya pun dipindahkan dari ruangan UGD ke ruang ICU . ruangan ICU lebih ketat sekali penjagaannya
di mana jika saya ingin melihat keadan adik saya saya harus menyesuaikan jadwal.
pada pukul 11.00 saya menemui ibu saya dan berkata " bu jangn nangis terus berdo'a dan yakin lah ida pasti sembuh"
karena kondisi adik saya tidak kunjung membaik akhirnya bapak saya memutuskan untuk membawa pulang adik saya, sehingga ibu saya di pulangkan duluan 
ke rumah karena kondisinya yang mulai lemah.
pada pukul 14.40 saya, bapak saya, paman saya, masuk ke kamar dimana adik saya dirawat, namun kondisinya pun masih tidak kunjung membaik
dan air mata saya kembali mengalir melihat sang adik satu-satunya terbujur kaku. dan pada pukul 15.05 adik saya IDA ROHIMAH membuka matanya
dan melirik kepada orang yang ada disekitarnya, perasaan saya jadi sedikit tenang, ternyata kondisinya makin kritis, kondisinya tambah parah
dan pada pukul 15.15 tangggal 22 Januari 2013 hari Jumaat adik saya IDA ROHIMAH MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA di pangkuan saya. Pada saat itu perasaan saya bagaikan mimpi, 
merasa tak percaya adik tercinta, adik satu-satunya meninggalkan saya secepat itu.
di situ saya mulai tak berdaya, air mata tak henti-hentinya mengalir. Namun tiada guan lagi karena walau pun tangisan saya sampai membajiri
rumah sakit itu tidak mungkin bisa membangunkan kembali adik saya. dan saya pun mencoba merelakannya.
dan pada pukul 15.50 adik saya pun dibawa pulang kerumah untuk disemayamkan, disepanjang jalan air mata ku tidak bisa berhenti menetes,
pada pukul 18.30 akhirnya sampai di rumah, dimana ternya dihalaman rumah suadah banayak orang-orang yang menunggu kedatangan kamai.
karena saking lemasnya saya tidak bisa turun dari mobil ambulance dan harus dipapah, ditambah lagi meliha ibu saya yang menangis histeris
didalam rumah, belum lagi mendengar tangisan saudara-sauadara saya, tangisan teman-teman adik saya, semau menjadi satu.
keesokan harinya adik saya pun disemayamkan, saya pun ikut mengantar kepergian adik saya tercianta, sesampai nya di TPU (Tempat Pemakaman Umum)
air mata saya tidak bisa ditahan lagi melihat kepergian adik saya tercinta meninggakan saya dan keluarga untuk selalmannya.


Dan hari-hari pun terus berlalau, dan membuat hidup saya tidak lagi menjadi semangat.
rumah yang tadinya selalu ramai dengan penuh canda tawa bersamanya kini menjadi hening dan sunyi.
hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalau, bulan demi bulan berlalu, dan akhirnya saya harus 
memfokuskan kembali ke sekolah saya. Karena UJIAN NASIONAL suadh didepan mata.
setelah saya mengikuti Ujian Nasioanal dan LULUS dengan hasil yang cukup memuaskan, dan menjadi juara umum.
akhirnya saya pun memutuskan unuk melanjutkan kuliah karena ingin membahagiakan orang tua saya.
SAYA ANAK SATU-SATUNYA HARAPAN ORANG TUA SAYA saya harus sukses, dan mulai kembali bangkit semangat.

SELAMAT JALAN IDA SEMOGA KAU TENANG DI ALAM SANA CANDA TAWA MU TAKAN PERNAH HILANG
DALAM SETIAP LANGKAH KAU SELALU ADA. GAPAILAH DO'A YANG SELALU KUBACA MENEMANI LANGKAHMU MENUJU SINGGAH SANA SURGA.

Langit seakan mendung seiring air hujan tumpah ruah kebumi
saat itulah engkau pergi untuk selama-lamanya dari tengah-tengah kelaurga
meninggalkan sejuta kenangan dan luka yang sangat perih
engkau terbujur kakau berselumut kain tak terjahit
sekujur tubuhmu dingin bak ES
air mata membanjiri ruang tamu yang biasana ramai dengan tawamu
kepergianmu yang terlalu cepat membuatku tak percaya
bagitu cepat engkau pergi meninggalkan aku sendiri
kau tak memberiku waktu sedikitpun walau hanya untuk mengucap sebuah kata MAAF
segala khilafku pada mu
aku  tidak tahu harus mengadu kemana ?
aku. aku kini benar-benar sendiri kenapa tuhan terlalu cepat memanggilmu
jika saja bisa diminta aku ingin ikut bersamamu
melewati dinginnya malam diantara bongkahan tanah yang lembab.
dan andaikan saja boleh meminta
aku ingin kau menjepmutku 
aku ingin menemanimu berbagi duka di alam keabadian
selamat jalan adiku
selamat jalan adiku sayang
selamanya kau akan hidup di dalam hati 

Kini Satu Tahun Sudah Kau meninggalkan Kami

 MISS U IDA ROHIMAH
 LOVE U IDA ROHIMAH
 11 JANUARI 2000
 22 FEBRUARI 2013

IBX5A7156260C64D